Kamis, 14 April 2016

Sertifikasi Guru PPG tidak membayar 15 juta dan dibiayai pemerintah

Pejabat melalui Kementerian Pendidikan dan  Kebudayaan (kemendikbud) akan mendanai seluruh proses sertifikasi untuk 555.467 pengajar. Pendidik yang akan dibiayai sertifikasinya itu ialah pengajar dalam jabatan (pendidik yang diangkat sebelum 31 Desember 2005), dan  pengajar yang diangkat pada kurun waktu 31 Desember 2005 sampai dengan 31 Desember 2015. Sertifikasi pengajar itu akan dilaksanakan melalui Pendidikan dan Latihan Profesi pendidik (PLPG) yang dibagi menjadi empat gelombang, sehingga pada tahun 2019 mereka semua diharapkan sudah tersertifikasi.

Direktur Jenderal pendidik dan  Tenaga Kependidikan (direktorat jendral GTK) Sumarna Surapranata menyampaikan, kebijakan itu diambil pada Senin lalu (11/4/2016) dan  sudah disepakati Rabu kemarin (13/4/2016) dengan lembaga rektor PTN di unj.

“Jumlahnya kan banyak, terdapat 555.467 manusia. Tidak dapat dilaksanakan dalam satu thn. Maka dengan forum rektor disepakati pada dibagi menjadi empat batch (gelombang), ialah thn 2016, 2017, 2018, dan  2019,” ungkap laki-laki  yang akrab disapa Pranata itu, kemarin (13/4/2016), di Jakarta. Diperkirakan, setiap tahunnya (satu gelombang), akan ada kira-kira 140-rb pengajar yang mengikuti PLPG.

Sertifikasi Guru PPG tidak membayar 15 juta dan dibiayai pemerintah
Sertifikasi Guru PPG tidak membayar 15 juta dan dibiayai pemerintah
Terpaut Pakta Integritas yang mencantumkan bahwa calon peserta sertifikasi pengajar untuk jalur SG-PPG (Sertifikasi pendidik-Pendidikan Profesi pengajar) wajib  membiayai sendiri, Pranata mengungkapkan hal itu akan direvisi sambil menunggu Surat Edaran dari dirjen GTK kementrian pendidikan dan kebudayaan. SG-PPG dengan pembiayaan sendiri hanya diberlakukan bagi pengajar baru, yaitu mereka yang mulai menjadi pendidik dalam tahun 2016.

“Kami akan koordinasi dengan dinas pendidikan di semua Indonesia serta  semua lembaga penyelenggara sertifikasi pengajar, adalah Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (lembaga pendidikan tenaga keguruan). Asas dasarnya, dalam pengajar yang sudah diangkat hingga thn 2015, penguasa akan biayai proses sertifikasinya,” tutur Pranata. Pendaftaran calon peserta PLPG juga akan diperpanjang sampai Mei 2016.

Pranata juga menegaskan, pembebasan biaya sertifikasi pengajar oleh penguasa itu tetap wajib  memerhatikan kualitas guru. Setelah mengikuti PLPG, para pendidik wajib  lulus Ujian Tulis Nasional (UTN) dengan nilai minimal 80 (dari 100). Jika dinyatakan tidak lulus UTN karena nilainya tak hingga 80, pengajar itu tak bisa mengikuti PLPG pada 2 kalinya lantaran PLPG hanya dapat diikuti satu sungai. Namun  dia tetap dapat mengikuti UTN lagi.

Kewajiban bagi pengajar untuk mempunyai sertifikat pengajar diatur pada UU  nomor  14 tahun 2005 Tentang pengajar serta Dosen (UUGD).  UU itu mengutarakan bahwa pengajar ialah pengajar profesional dalam pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, DIKDAS, dan  DIKMEN. Pengajar profesional minimum wajib  sarjana (strata 1) atau diploma empat (D-IV), menguasai kompetensi, memiliki sertifikat guru, sehat jasmani serta  rohani, serta  memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Sumber : http://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2016/04/pemerintah-akan-biayai-sertifikasi-550ribu-lebih-guru

Rabu, 30 Maret 2016

Indonesia Mendapatkan Penghargaan dari UNESCO

Indonesia Mendapatkan Penghargaan dari UNESCO
Indonesia Mendapatkan Penghargaan dari UNESCO
Prestasi pendidikan di Indonesia kembali diakui dunia usai mera‎ih penghargaan dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) - Japan Prize 2015, di bidang pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan atau education for sustainabbel development (ESD).

Perhargaan tersebut diberikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD dan Dikmas) Jawa Barat (Jabar), atas penilaian UNESCO terhadap keberhasilan Indonesia mempromosikan ESD dalam Global Action Program (GAP) untuk ESD.

"Hari ini, izinkan saya atas nama‎ pemerintah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas semua pengabdian, dan prestasi yang diraih dalam bidang ESD. Ini menjadi tonggak kepercayaan untuk menumbuhkan generasi berkualitas melalui pendidikan pembangunan berkelanjutan," kata Mendikbud Anies Baswedan dalam acara sosialisasi penghargaan internasional UNESCO-Japan 2015 bidang ESD di Kantor Kemendikbud, Rabu (30/3).

Program yang dirancang PP PAUD dan Dikmas Jabar ini bertujuan mencipatkan wirausahawan baru berbasis keunggulan dan daya saing lokal untuk meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat. Di samping melestarikan budaya lokal, serta mempertahankan konservasi lingkungan.

Program yang dirancang PAUD dan Dikmas Jabar merupakan pendekatan inovatif bagi pengembangan keterampilan kewirausahaan dan pemenuhuhan kebutuhan ekonomi lokal, interaksi sosial, dan pemanfaatan sumber daya.

"Saya ajak para pemangku kepentingan pendidikan nonformal dan informal di Indonesia bersama-sama menunjukkan kepada dunia bahwa PAUD dan Dikmas merupakan ujung tombak pendidikan‎ untuk pembangunan keberlanjutan," tandasnya. 

Selasa, 22 Maret 2016

Punya 7 cara Sembuh dari Penyakit, Rumah Sakit di Mekkah sepi Pasien

Punya 7 cara Sembuh dari Penyakit, Rumah Sakit di Mekkah sepi Pasien
Punya 7 cara Sembuh dari Penyakit, Rumah Sakit di Mekkah sepi Pasien

Di Mekkah Rumah Sakit  Sakit pada sepi , Lain kalau di Teheran   Rumah Sakit  pada rame mengidap HIV

Jelas beda serta tidak sama, yang membedakan adalah aqidahnya serta  Syariatnya.

Inilah Rahasia mengapa di Mekkah rumah sakit sangat sepi, jarang sekali pasien yang tiba

ada seorang doktor membuka klinik di Tanah Suci (Makkah Mukarramah). Dalam rentang 6 bulan amalan, tidak terdapat seorang pasien pun yang tiba untuk berobat. Hingga dia merasa heran, apa manusia-manusia di sini tak pernah sakit?
Berakhir dengan  ia dapati jawabannya, dari salah seorang muslim di sana:

Bila kami sakit,

  1. ikhtiar pertama yg kami lakukan yaitusolat dua rakaat, serta  memohon kesehatan kpd Allah. Insyaa Allaah sembuh dengan biar   dan kasih sayangNya. Kalau belum sembuh, ke ikhtiar kedua
  2. Ikhtiar ke-dua.
    Ialah baca Angkatan laut Fatihah / surat2 lain, tiupkan pada air dan  minum. Dan alhamdulillaah kami akan sehat. Inilah Ruqyah utk diri sendiri. Akan namun  kalau belum sihat juga, kami lakukan ikhtiar yg ke-tiga.
  3. Adalah bersedekah, dengan niat mendapatkan pahala kebaikan, & dijadikan jalan penyembuh sakit kami. Insyaa Allah akan sembuh. Kalau tak sembuh juga, kami akan tempuh ikhtiar yg ke-empat.
  4. Ialah banyak2 istighfar, dalam bertaubat. Karena, Nabi صل الله عليه وسلم beritahu kami, bahwa sakit yaitu salah satu karena diampuninya dosa2. Kalau belum sembuh juga, baru kami lakukan ikhtiar yg ke-lima.
  5. Ialah minum madu serta habbatussauda '.
  6. Ikhtiar yg ke-6 yaitu dengan mengambil makanan herba, semisal bawang putih, buah tin, zaitun, kurma, serta lain-lain, semisal disebut dalam Angkatan laut-Quran.

Dan , Alhamdulillah. Laa hawlaa wa laa quwwataa illaa billaah. Jika belum sembuh, baru kami ikhtiar ke-tujuh iaitu pergi ke dokter muslim yg soleh.

In syaa Allah akan diberi kesembuhan dari Allah Azza wa Jalla Aamiin ..

Wallaahu A'lam ..

Rabu, 24 Februari 2016

17 Gambar kartun Yang Bisa Mengingatkan Begitu Besarnya Jasa Ibumu !

Berikut ini adalah 17 Gambar kartun Yang Bisa Mengingatkan Begitu Besarnya Jasa Ibumu yang dapat membuat kamu sadar akan besarnya pengorbanan beliau kepada kita :



















Kamis, 11 Februari 2016

Wajib Baca !!! Ini Bahaya Membuang Baterai Bekas Sembarangan

Kebanyakan yang dilakukan orang saat melihat baterai bekas adalah membuangnya ke tempat sampah. Namun siapa sangka bahwa tindakan itu justru membahayakan manusia ?

Berdasarkan salah satu Dosen Jurusan hayati ITS Aunurohim S Si DEA, membuang baterai bekas ke tempat sampah adalah hal yang salah. Hal ini karena limbah baterai bekas harus dipisahkan dari sampah lainnya supaya dapat didaur ulang sehingga tidak membahayakan kesehatan manusia.

Beliau mengatakan, membuang baterai bekas sembarangan sama saja dengan membiarkan bahan beracun berbahaya B3 yang terkandung pada baterai terlepas ke alam sehingga mencemari alam.

"Baterai mengandung senyawa logam berat yang terdiri dari merkuri, mangan, timbal, nikel , lithium ,serta  kadmium.  Senyawa ini dapat mengkontaminasi air tanah yang dikonsumsi oleh manusia," jelasnya.

Wajib Baca !!! Ini Bahaya Membuang Baterai Bekas Sembarangan
Ilustrasu Baterai Bekas
Sementara itu, akibat jangka panjang yang akan terjadi adalah merusak organ-organ tertentu manusia. "Organ yang biasa diserang adalah di bagian visceral," tukasnya.

"masyarakat yang mengonsumsi air tersebut kemungkinan akan mengalami gagal ginjal, kerusakan hati serta gejala-gejala gangguan kesehatan lain akibat logam berat tertentu," terangnya kepada ITS Online saat diwawancarai di Laboratorium Ekologi FMIPA ITS.

Ia menyampaikan, merupakan hal yang sangat wajar jika masyarakat membuang baterai bekas ke tempat sampah. Pasalnya, sejauh ini belum pernah diadakan pengenalan mengenai Sebagaimana cara membuang baterai bekas yang tepat kepada rakyat.

"Seharusnya warga  menyediakan tempat pembuangan baterai bekas dari wadah kaca atau acrylic di pintu-pintu pusat perbelanjaan," ujarnya.

Sementara itu, salah satu cara untuk mengatasi limbah B3 dalam baterai bekas menurut Aunurohim ialah dengan landfill sanitation. Teknik tersebut dilakukan dengan memperhitungkan lebar serta tinggi timbunan sampah. "Landfill sanitation di Indonesia saat ini hanya berada di Jakarta," tegasnya.

"Memang perlu adanya kesadaran dari setiap orang untuk mengumpulkan sampah baterai bekas dan tidak membuang sembarangan agar terlokalisasi dengan baik," ujar ketua Komisi Pertimbangan Jurusan biologi FMIPA ITS ini.

Tak hanya itu, Aunurohim juga menyinggung bahaya baterai bekas di lingkungan kampus. Menurutnya, cara yang bisa dilaksanakan pihak kampus untuk menanggulanginya adalah dengan mengadakan sosialisasi serta melakukan pengumpulan baterai bekas dan meletakknya di tempat terpisah.

"Pihak institusi juga dapat melakukan re-cycling mandiri atau bekerja sama dengan instansi terkait semacam Badan Lingkungan Hidup (BLH) Surabaya dengan melakukan landfill sanitation," katanya.

Aunurohim berharap pihak ITS mampu menyediakan kotak plastik atau acrylic untuk menampung baterai bekas di tempat umum seperti rektorat, perpustakaan serta unit-unit lainnya. "Selanjutnya proses re-cycling dapat dilaksanakan secara mandiri dengan menggandeng jurusan-jurusan Teknik Kimia, Kimia ataupun Teknik Lingkungan," pungkasnya.

Gara-Gara Singkong, Wanita ini Terbang ke Perancis

 ITS memang tak pernah absen dari prestasi mahasiswanya. Kali ini, Yurike Ika Cahyo, mahasiswa Jurusan Kimia yang diundang ke Perancis berkat penelitiannya mengenai kulit singkong. Dia didapuk menjadi pembicara dalam gelaran tahunan Olimpiade Karya Tulis Ilmiah (OKTI) besutan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Perancis.

Dalam penelitiannya, ia mengangkat topik penelitian berjudul Adsorbtion Activity of Cassava Peel as Chromium Metal Bioabsorbent in Electroplating Waste. Topik itu diangkat Ike lantaran banyaknya penggunaan alat yang dilapisi logam kromium untuk menghindari korosi seperi karat.

Kulit singkong dipilih Ike karena berguna untuk menyerap logam berat kromium di limbah otomasi industri pelapisan logam atau elektroplating. "Limbah yang dihasilkan dari electroplating tentu semakin meningkat. Karenanya diperlukan metode untuk menyerap limbah logam tersebut." Terangnya.

Salah satu cara, lanjut Ike, menggunakan metode bioabsorben. Menurutnya, bagian kulit singkong berwarna putih yamg mengandung selulosa tinggi sangat selaras diaplikasikan sebagai absorben. Di mana kandungan selulosa berfungsi mengikat logam berat yang terdapat di electroplanting.

"Kulit singkong juga belum dioptimalkan penggunaanya apalagi bisa ditemukan di seluruh tempat serta berlimpah," ujar Ike sembari tersenyum.

Ike menjelaskan penelitiannya terbagi menjadi analisa kadar logam berat kromium, pembuatan bioabsorben kulit singkong. Kemudian, dilanjutkan dengan menganalisa kadar kromium di imbah electroplating setelah proses adsorpsi menggunakan bioabsorben.

Makan dahina Gratis Dari Orang Indonesia
Berbicara mengenai pengalaman unik, Ike menceritakan selama di Paris kebanyakan warga  menggunakan bahasa Prancis untuk aktivitas harian. Karena tidak memiliki sebab dasar sama sekali bahasa tempat menara Eiffel itu, Ike kerap meminta mahasiswa Indonesia yang tinggal di sana untuk menerjemahkan maksudnya.

"Jadi komunikasinya cenderung lama karena menerjemahkan dari bahasa saya ke bahasa Prancis, lalu dari bahasa Prancis ke bahasa Indonesia," ungkap mahasiswa asal Probolinggo tersebut.

Selain itu, saat di Amsterdam dia secara kebetulan bertemu dengan orang Indonesia yang tinggal di sana.  Karena merasa seperti bertemu saudara sendiri dari tanah air, Ike dijamu dengan makan siang gratis. "Lumayan buat makan dahina yang harganya 10 euro per porsi atau kurang lebih 180 ribu rupiah," ungkapnya tertawa.

Keluar Negeri Gratis Sebelum Bergelar Sarjana
Keluar negeri gratis memang sebagai salah satu sasaran Ike di tahun 2015. Dia tidak menyangka jika sasaran itu benar tercapai di penghujung akhir tahun. "Negara Prancis tidak sedikit pun terlintas sebelumnya tetapi aku  bersyukur ternyata rencana Allah sangat indah dan diluar ekspektasi saya," ujarnya haru.

Kesibukan menjadi mahasiswa tingkat akhir tak menjadikan Ike memupuskan harapannya untuk melancong ke benua Eropa. Setelah satu bulan dari waktu pengumpulan dan dinyatakan lolos, Ike sempat kebingungan karena waktu pengumuman berjarak hanya selisih satu bulan dari waktu keberangkatan.

Lanjut Ike, beliau sendiri merasa bingung mulai dari Bagaimana mendapatkan uang akomodasi pergi pergi Surabaya-Paris yang paling murah, pengurusan visa dan saat presentasi. "Tapi, Alhamdulillah atas izin Allah aku  dapat berangkat," ujarnya sembari mengatupkan kedua tangan.

Sumber : https://www.its.ac.id/berita/15995/en

Mahasiswa ITS ini Ciptakan War-V1 Sweeper Tank

Minat Bachtiar Duma'is Laksana dalam dunia militer membuatnya ingin memberikan kontribusi nyata bagi dunia kemiliteran Indonesia. Namun, bukannya mendaftar Akademi Militer (Akmil), beliau malah menghabiskan sebagian besar masa studinya untuk menggeluti elektronika hingga melahirkan War-V1, Sweeper Tank kendali jarak jauh.

Meski masih dalam proses penyempurnaan, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro ITS ini yakin karyanya telah 90 persen selesai. "Dua minggu lagi,  apabila sudah siap, War-V1 akan saya bawa ke ITS. Karena dari pihak ITS sendiri ungkapnya sudah menyediakan tempat," ungkapnya saat ditemui ITS Online Selasa (9/2) lalu.
Mahasiswa ITS ini Ciptakan War-V1 Sweeper Tank

War-V1, Sweeper Tank

Bachtiar mengatakan Tank yang kini dia gunakan sebagai judul Tugas Akhir (TA) itu sudah dirintis sejak 2,5 tahun silam. "Awalnya ini hanyalah proyek pribadi dari perusahaan saya, BDL Tech. Lalu saat mendiskusikan judul tugas akhir dengan dosen pembimbing, dia mengusulkan untuk menggunakan proyek tersebut," ungkap pria kelahiran Balikpapan ini.

Selama ini, seluruh biaya yang ia keluarkan murni berasal dari dompet pribadi. Bachtiar pun berharap proyeknya mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Menurutnya, Indonesia mempunyai potensi untuk membuat tank sendiri. "Fasilitasi saja kami. Kami akan buatkan tank yang jauh lebih hebat dari yang anda harapkan," ucapnya meyakinkan.

Proyeknya ini juga dikabarkan sudah didaftarkan ke Direktorat Jenderal DIKTI (dirjen Dikti) dengan mengatasnamakan ITS. "Semoga saja jika proyek ini rampung, dana dari Dikti akan segera menyusul," ucap laki-laki  kelahiran 5 November 1992 ini. Beliau juga menegaskan apabila dana dikti ini benar-benar turun serta mengganti keseluruhan biaya yang beliau keluarkan, dengan senang hati bachtiar akan memberikan karyanya kepada ITS sebagai tanda jasa.

Menurut Bachtiar, banyak sekali ide-ide dari anak ITS yang akan menakjubkan bila direalisasikan. Tetapi, dana penelitian cenderung baru diberikan apabila proyeknya sudah sukses. "karenanya, bila kita tidak mau berkiprah secara mandiri, maka ide tetaplah sebagai ide," tutupnya seraya memberi pesan kepada mahasiswa lain.

Sumber : https://www.its.ac.id/berita/16063/en

Rabu, 10 Februari 2016

Dialog Sederhana Antara Kyiai dan Orang Liberal Tentang Orang Baik Tapi Tidak Masuk Surga


DIALOG SI Orang Liberal AL DAN Kyiai Ndeso

Orang Liberal : Ki, ada orang baek banget, anti korupsi, bangun mesjid, rajin sedekah sampe hidupnya sendiri dikorbanin buat nolongin orang banyak, trus meninggal dan dia bukan Muslim, masuk mana?

Kyiai Ndeso: Neraka.

Orang Liberal : Lah? Kan dia orang baek. Kenapa masuk neraka?

Kyiai Ndeso: Karena dia bukan Muslim.

Orang Liberal : Tapi dia orang baek Ki. Banyak orang yang kebantu karena dia, bahkan umat Islam juga. Malah Bangun Masjid Raya segala. Jahat bener dah Tuhan kalau orang sebaek itu dimasukin neraka juga.

Kyiai Ndeso: Allah tidak jahat, hanya adil.

Orang Liberal : Adil dari mane?

Kyiai Ndeso: Kamu sekolahnya apa?

Orang Liberal : Ane mah Master Sains lulusan US Ki, kenape?

Kyiai Ndeso: Kenapa bisa kamu dapat titel Master Sains dari US?

Orang Liberal : Yaa karena kemaren ane kuliah disana, diwisuda disana.

Kyiai Ndeso: Namamu terdaftar disana? Kamu mendaftar?

Orang Liberal : Ya jelas dong Ki, ini ijazah juga masih basah.

Kyiai Ndeso: Sekiranya waktu itu kamu tidak mendaftar, tapi kamu tetap datang kesana, hadir di perkuliahan, diam-diam ikut ujian, bahkan kamu dapat nilai sempurna, apakah kamu tetap akan dapat ijazah?

Orang Liberal : Jelas enggak Ki, itu namanya mahasiswa ilegal, sekalipun dia pintar, dia nggak terdaftar sebagai mahasiswa, kampus ane mah ketat soal aturan gituan.

Kyiai Ndeso: Berarti kampusmu jahat dong, ada orang sepintar itu tak dikasih ijazah hanya karena tidak mendaftar?


Orang Liberal : *terdiam*

Kyiai Ndeso: Gimana?

Orang Liberal : Ya nggak jahat sih Ki, itu kan aturan, salah si mahasiswa kenapa nggak mendaftar, konsekuensinya ya nggak dapat ijazah dan titel resmi dari kampus.

Kyiai Ndeso: Nah, kalau kampusmu saja ada aturan, apalagi dunia dan akhirat. Kalau surga diibaratkan ijazah, dunia adalah bangku kuliah, maka syahadat adalah pendaftaran awalnya. Tanpa pendaftaran awal, mustahil kita diakui dan dapat ijazah, sekalipun kita ikut kuliah dan mampu melaluinya dengan gemilang. Itu adalah aturan, menerapkannya bukanlah kejahatan, melainkan keadilan.

Jumat, 29 Januari 2016

Aturan Baru Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia dalam Permendikbud No 50 Tahun 2015

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Permendikbud no 50 tahun 2015 yang berisi Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia. Permendikbud no 50 tahun 2015 ini menjelaskan tentang revisi dan update terbaru ejaan-ejaan Bahasa Indonesia yang penting sebagai bahasa standar dalam birokrasi dan administrasi.

Dalam keterangan pasal 1 disebutkan :
  1. Pedoman  Umum  Ejaan  Bahasa  Indonesia  dipergunakan bagi  instansi  pemerintah,  swasta,  dan  masyarakat  dalam penmggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar.
  2. Pedoman  Umum  Ejaan  Bahasa  Indonesia  sebagaimana dimaksud  pada  ayat  (1)  tercantum  dalam  Lampiran  yang merupakan   bagian   tidak   terpisahkan   dari   Peraturan Menteri ini.
Dalam lampiran selanjutnya kemudian berisi Pedoman  Ejaan Bahasa Indonesia yang terbaru yang sudah diputuskan oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Berikut ini ada link downloadnya :  Permendikbud No 50 Tahun 2015

7 Kesalahan Guru Ketika Mengajar

Guru merupakan faktor utama yang mempengaruhi kegiatan belajar mengajar di kelas. Dari  guru inilah setidaknya kelas dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan mampu mencapai kesuksesan belajar siswa. 

Guru yang salah dalam mengajar tentu akan menimbulkan sesuatu yang teramat sangat merugikan bagi siswanya, mereka akan jenuh, frustasi bahkan berakibat tidak fahamnya mereka terhadap semua materi yang diajarkan.
Berikut ini adalah 7 Kesalahan Guru ketika Mengajar Peserta Didik :

Guru Tiba-tiba Meninggakan kelas tanpa alasan yang jelas








 

Copyright @ 2013 Kelas Bu Asih.

Designed by Templateiy & CollegeTalks